Serial Pilkada :
Ini kali pilkada di NAD beda banget dengan pilkada di daerah2 lainnya. Hal ini disebabkan adanya MoU antara pihak GAM & RI di Helsinki yang kemudian diikuti dengan UU PA tentang pemerintahan Aceh.
Wilayah aceh sudah di kuasai asing secara tidak langsung, Kawasan Hutan Leuser, pemeliharaan hutan ini disumbang oleh Masyarakat Ekonomi Eropa (MEE) dengan syarat khusus pula tentunya. Kawasan ini terbentang dari Aceh Barat Sampai ke Aceh Tengah dan Langsa. Sedangkan Aceh Utara dan Lokhsumawe telah di kuasai oleh Exxon Mobile Oil dan beberapa perusahaan besar lainnya. Begitu pula kawasan Aceh Tenggara, hutannya telah dibabat habis oleh jarigan dan sindikat Illegal Logging. Sedangkan banyak dana2 APBD tempo hari telah dikuras oleh jaringan atau sindikat para Koruptor.
Dengan demikian yang tersisa bagi politisi Eks GAM adalah kesengsaraan rakyat miskin sekitara 70% dari 4,1 juta orang dan hancurnya sarana dan prasana akibat gempa & tsunamilalu. Jadi boleh dikatakan eks GAM ini hanya mendapatkan sampah2 setelah Pesta Usai. Strategi apakah yang akan dilakukan oleh para eks GAM ini untuk membangun kembali Aceh dan juga membangkitkan perekonomian rakyat aceh. Sebenarnya mudah saja, kembali ke text book makro ekonomi, pertama, tingkatkan investasi baik asing maupun domestik, dengan memberikan kemudahan2 dan fasilitas tertentu. Kedua, Jadikan daerah P. Sabang dan Beberapa Pelabuhan Aceh sebagai daerah Bebas Pajak. Ketiga, Gunakan dana alokasi Khusus dan perimbangan secara tepat dan terukur. Keempat, Tingkatkan kerjasama dengan negara2 tetangga, seperti Malaysia dan Singapore dalam bidang pendidikan, perdagangan, perhubungan dan keuangan dan kelima, harus bekerjasama dengan pihak boss2 BRR agar anggarannya bener dipakai di jalan yang lurus, jangan sampai di KORUP trus2an. OK
Nantikan : 1. Apabila Eks GAM Korup, Kemiskinan Bertambah dan 2. NKRI Harus memberikan Ganti Rugi atas Korban DOM dan Darurat Militer I & II dan 3. SBY harus bertanggung jawab atas korban DM 1 & 2 - HAM.
<< Home