Serial Intelligent :
Saling mengintai dan diintai, sesama intel adalah hal yang biasa, setelah pertemuan di sebuah restoran pinggir jalan di Kelapa Gading, berikutnya 3 intel komunis-senior bertemu dengan pionnya di sebuah restoran di belakang Plaza Indonesia, kali ini mereka nampaknya bertemu dengan 2 pria negro yang biasa ngumpul di flat tanah abang, seperti biasanya mereka saling menukar sandi dan juga menulis angka 99 diatas kertas rokok dan kemudian di gulung2 dan saling tukar sandi itu. Pria negro ini kecil dan kriting ini , nampaknya dia boleh dikatakan agen ganda, selain menjual informasi intelligent dia juga menjual heroin asli dari Afghanistan. Rupanya jaringan narkoba international dimanfaatkan juga oleh Agen Intel Komunis. Boleh dikatakan jaringan narkoba- negro ini memiliki jaringan kuat dan beraliansi dengan agent intelligent komunis. Wah bener2 repot nich.
Bersambung ...
Serial Intelligent Komunis ( fiction ) sebanyak 30 seri


<< Home